Sejarah Singkat kelahiran MOESTER-C
Pada awalnya gagasan ini muncul dilatar belakangi oleh beberapa hal, salah satunya yaitu minat menulis para siswa sekolah di pondok pesantren Nurussalam yang begitu besar namun kurang memiliki dukungan yang besar pula dari pihak sekolah. Yang pada akhirnya para siswapun ”nekat" merencanakan sebuah kegiatan Talk Show Kepenulisan guna menstimulus minat menulis siswa nurussalam dan siswa – siswa sekolah lainnya dengan mengundang dua orang pembicara yang memang adalah seorang penulis handal, yaitu Mbak Afifah Afra (Penulis Best seller novel De winst) dan Bang Fattan Fantastik (Penulis Best Seller Bikin Belajar Selezat Coklat). Ternyata acara ini mendapat sambutan yang begitu hangat dari siswa sekolah Nurussalam maupun siswa – siswa sekolah lain yang memang benar – benar memiliki minat yang sama yaitu "menulis", jumlah peserta dalam acara ini kurang lebih 210 orang dan kemudian siswa podok pesantren nurussalam pun semakin memiliki minat yang besar dalam menulis, yang pada akhirnya mereka berusaha menggagas sebuah forum komunitas kepenulisan dikalangan para siswa sekolah,sebagai follow up dari Talk Show kepenulisan kemarin,sekaligus wadah untuk mengembangkan minat dan bakat mereka di bidang kepenulisan. Awalnya gagasan membentuk forum komunitas penulis dikalangan siswa sekolah (daerah Banjar, Ciamis, Tasikmalaya) ini diprakarsai oleh Sani Marselina, Diana Fadiatul Ishmah, Nuzula Fitriah, Hanifatuz Zaqiya, Sunny Nur Shobariyah. Rizqiah Hanifah, Maratun Qonita, Ratna Primasari, Hafidzah Ahmad, Azhar Dzafirah, Sarah Aliyah Sofa, Rozanah Muthmainnah, Nurul Fatimah,Shofiah Wida Ningsih, dan Nurul Alifah yang mempunyai gagasan untuk membentuk sebuah wadah intra sekolah yang berkonsentrasi penuh pada ranah kepenulisan. Gagasan tersebut mendapat sambutan hangat dari siswa lain dikalangan Pondok Pesantren Nurussalam dan juga siswa – siswa di sekolah lain. Karena wadah ini merupakan kumpulan dari beberapa sekolah, maka para pemrakarsa sepakat memberi nama MOESTER-C (Moeslimah Writter Community) pada wadah tersebut. Setelah melalui musyawarah panjang berdasarkan pemikiran – pemikiran dari para anggota, maka Moeslimah Writter Community (MOESTER-C) dideklarasikan atau resmi dibentuk pada tanggal 16 April 2010 bertepatan di pondok Pesantren Nurussalam Ciamis. Kronologis kelahiran MOESTER-C dilihat dari segi kronologis sejarah kelairan MOESTER-C, tidak terlepas dari tuntutan menumbuhkembangkan aspek keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Menumbuhkembangkan budaya menulis merupakan aspek yang seharusnya melekat dalam diri seorang pelajar. Namun dilematisnya sering sekali budaya membaca dan menulis hanya sebagai rutinitas mendapat nilai terbaik pada saat ujian saja. Dengan kata lain wabah menulis yang menjangkiti paradigma berfikir seorang pelajar hanya demam lulus ujian dengan predikat baik yang bagi kronis untuk diobati. Bukan bermaksud menaifkan nilai, tetapi alangkah baiknya jika nilai itu juga dapat ditunjang dengan keterampilan menulis. Untuk mampu menulis seorang pelajar harus sering menyimak informasi,membaca beberapa referensi dan bertukar fikiran dengan orang lain. Artinya dengan menulis seorang pelajar akan berpengetahuan luas dan wajib bagi pelajar untuk meningkatkan wawasannya. Oleh karena itulah mereka termotifasi untuk membentuk wadah kepenulisn guna menumbuhkembangkan budaya menulis. Jadi sebagai seorang pelajar kita harus mencatat sejarah. Karena, sejarah tidak akan pernah mencatat dirinya sendiri jika kita tidak pernah mencatatnya. B. Azas, Sifat dan Tujuan Umum a) Azas Moeslimah Writter Community (MOESTER-C) berdasarkan Al-Quran dan As-sunnah b) Sifat MOESTER-C adalah organinsasi pelajar yang bersifat independent (mandiri dan berdiri sendiri), ilmiah serta professional yang berorientasi pada kemajuan,keahlian dan peningkatan potensi penulisan. c) Tujuan MOESTER-C bertujuan untuk melahirkan profesionalitas dan karakter penulis yang handal, memiliki dedikasi tinggi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dari aspek kepenulisan serta untuk memasyarakatkan karya melalui media massa. C. Visi dan Misi MOESTER-C a) VISI Mampu melahirkan penulis yang produktif dikalangan pelajar guna pengembangan sastra Indonesia dalam pembangunan bangsa. b) MISI 1. Melakukan silaturahim antara pelaku seni 2. Mengoptimalkan pola berfikir, berperilaku dan berbudaya sastra melalui pelatihan. 3. memaksimalkan pengiriman karya ke media massa secara lebih aktif 4. Mengadakan acara-acara yang menunjang kreatifitas kepenulisan. D. kepemimpinan dan Keanggotaan MOESTER-C a) Kepemimpinan 1. diangkat melalui forum permusyawaratan resmi untuk masa jabatan satu tahun 2. bersifat musyawarah dan religius serta memiliki loyalitas dan dedikasi atas tugas dan tanggung jawab. b) Keanggotaan 1. Terdiri dari anggota yang memiliki visi dan misi yang sama dengan MOESTER-C 2. Diatur dengan system admibistrasi tertentu 3. Masa aktif keanggotaan seumur hidup 4. Pelatihan dan pengembangan anggota merupakan sasaran prioritas utama aktivitas MOESTER-C F. Struktur Organisasi MOESTER-C Penanggung Jawab : Ust. Abdul Hadi Penasehat : Usth. Euis Suryawati Pembimbing : SST (Sanggar Sastra Tasikmalaya) Ketua Umum : Sani Marsalina Wakil Ketua : Maratun Qanita Sekretaris Umum : Diana Fadiatul Ishmah Shofiah Wida Ningsih Bendahara Umum : Hanifatuz Zaqiya Sarah Aliyah Sofa Seksi-seksi : Kaderisasi : Nuzula fitriah Azhar Dzafirah BangMiKat : Sunny Nur Shobariyah Ratna Primasari Nurul Fatimah Ci-Tech : Rizqiah Hanifah Hafidzah Achmad Humas : Rozanah Muthmainnah Nurul Alifah